Alat Ini Bisa Ubah Pulpen Jadi Kamus Elektronik Tweet oleh Bayu Galih

Alat Ini Bisa Ubah Pulpen Jadi Kamus Elektronik

Liputan6.com, Jakarta : Teknologi memang hadir untuk memudahkan manusia. Kemajuan teknologi pun menyebabkan kendala bahasa bisa ditangani dengan bantuan gadget.

Tiga desainer asal Cina pun mengembangkan sebuah alat translasi teks, dalam bentuk perangkat scan yang bisa dipasang di pulpen atau pensil. Alat bernama “The Ivy Guide” pun diperkenalkan. Alat ini bisa melakukan scan kata sekaligus menerjemahkannya seperti kamus elektronik.

Dilansir dari laman Mashable yang Liputan6.com kutip Senin (28/1/2013), alat scan ini bisa dipasang menyesuaikan dengan bentuk pulpen atau pensil, dan digunakan dengan cara menandai kata. Kata terjemahan kemudian muncul secara otomatis, sesuai bahasa yang dipilih pengguna.

Scanner ini juga terhubung melalui USB, yang sekaligus untuk charging perangkat ini.

Desainer perangkat ini, Shi Jian, Sun Jiahao, dan Li Ke, mengatakan Ivy Guide akan menyebabkan pengguna terbiasa untuk menandai kata dan menciptakan pengalaman membaca yang baru.

Tapi perangkat ini masih dalam tahap konsep dan pengembangan. Pencipta alat ini berharap Ivy Guide bisa terus dikembangkan menjadi perangkat bahasa yang lebih rumit. (GAL)

Google Siap Pasarkan Jam Tangan Masa Depan? Tweet oleh Bayu Galih http://static.liputan6.com/201301/jam-google-130126-logo.jpg

Google Siap Pasarkan Jam Tangan Masa Depan?

Liputan6.com, Jakarta : Google tampaknya terus menciptakan teknologi berpadu fashion, yang bisa dikenakan untuk menunjang penampilan. Selain kacamata canggih Google Glasses, Google juga diprediksi segera memperkenalkan jam tangan canggihnya.

Memang belum jelas produk yang akan diperkenalkan Google. Tapi yang jelas, dilansir dari laman Business Insider, Sabtu (26/1/2013), Google sudah mendapatkan paten untuk jam tangan pintar sejak Oktober lalu.

Sepertinya Google masih ragu apakah perangkat ini laku dijual. Karena itu Google pun disebut sedang dalam proses untuk mengkaji potensi penjualan jam tangan pintar ini.

Tapi seperti apakah jam tangan pintar ala Google itu?

Dilansir dari CNet mengutip paten yang didaftarkan Google, arloji itu akan disertai layar yang bisa diangkat (flip-up). Jika layar itu diangkat, maka akan ada dua layar di jam tangan masa depan ala Google ini. Tampilan augmented reality seperti di Google Glasses juga diperkirakan akan hadir di perangkat ini.

Arloji ini akan dibenamkan prosesor, penerima sinyal wireless, serta teknologi antar-muka (user-interface). Paten ini juga menyebut jam tangan canggih ini akan memiliki layar sentuh (touchpad) yang setidaknya mencakup 75 persen dari bagian permukaan atasnya.

Layar pun bisa digunakan untuk menampilkan petunjuk arah, informasi produk, dan notifikasi email.

Tapi Google bukan satu-satunya pembuat jam tangan canggih. Pebble menjadi pendapat dana paling besar saat melakukan kampanye mencari dana di Kickstarter. Sony dan Nike juga siap merilis peralatan elektronik yang bisa dikenakan. Bahkan Apple menggunakan iPad Nano yang bisa digunakan sebagai jam tangan tahun lalu.

Paten pun tak selamanya diaplikasikan menjadi sebuah produk. Tapi Google terlihat tak sembarangan membuat proyek augmented reality yang dikembangkan di Project Glass, misalnya saja yang diperlihatkan di Google Glasses. Tinggal tunggu saja duet pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, memamerkan arloji canggih ini ke khalayak umum. (GAL)

Sony Siapkan Smartphone Besar dengan Layar 6,4 Inci Tweet oleh Bayu Galih

Sony Siapkan Smartphone Besar dengan Layar 6,4 Inci

Liputan6.com, Jakarta : Tren smartphone berlayar besar sepertinya makin terus berlanjut tahun ini. Samsung menjadi pelopor saat memperkenalkan Galaxy Note, yang kerap disebut phablet atau perpaduan smartphone dan tablet. Langkah ini kemudian diikuti produsen smartphone asal Cina seperti ZTE dan Huawei.

Kini, produsen ponsel asal Jepang pun siap merilis smartphone dengan layar besar. Dilansir dari TechRadar yang Liputan6.com kutip Sabtu (26/1/2013), Sony dikabarkan akan memperkenalkan Sony Togari, smartphone dengan layar 6,44 inci.

Ukuran layar ini lebih besar dari Galaxy Note 2 dengan layar 5,55 inci atau Huawei Ascend Mate dengan layar 6,1 inci. Bahkan perangkat ini akan lebih besar dari Galaxy Note 3 yang disebut memiliki layar 6,3 inci.

Sebuah situs Cina, CNMO, kemudian membocorkan foto ukuran layar besar yang akan digunakan Sony Togari. Foto itu memperlihatkan layar besar dengan tulisan “Sony” di bagian atas, yang masih bisa digenggam.

Smartphone yang dipersiapkan Sony ini dipercaya sebagai masa depan lini produk Xperia. Tapi sayang belum diketahui spesifikasi tentang Sony Togari ini.

Saat ini informasi yang diketahui hanya resolusi yang akan lebih tajam, di atas 1080p.

Anda pencinta Xperia? Tentu kabar Sony Togari akan menarik untuk terus disimak. Kita tunggu saja langkah Sony selanjutnya. (GAL)

Ini Dia Mobil Listrik Karya Anak Negeri ITS Surabaya Tweet oleh Dewi Widya Ningrum

Ini Dia Mobil Listrik Karya Anak Negeri ITS Surabaya

Liputan6.com, Surabaya : Anak-anak Indonesia memang kreatif. Sebuah mobil listrik berhasil dibuat oleh tangan-tangan kreatif mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Mereka berhasil membuat sebuah mobil listrik jenis 4-seater berkonsep city car yang diberi nama “Electric City Car” (EC-ITS). Mobil ini secara resmi diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, M. Nuh, pada Sabtu (26/1/2013) lalu di halaman Gedung Rektorat ITS. Turut hadir sejumlah pejabat ITS, tim perancang dan mahasiswa.

Nuh berpesan agar ITS tidak hanya melakukan penelitian untuk mengembangkan mobil ini saja, namun juga mengedukasinya kepada masyarakat. “Jika masyarakat dan kampus mampu bersinergi, bangsa Indonesia pasti bisa maju,” tutur Nuh.

Istilah EC-ITS 1.0 sendiri diambil dari filosofi mobil listrik itu sendiri. Kata EC yang dibaca easy memiliki makna bahwa membuat mobil listrik itu mudah jika kita mau. Sedangkan kata ITS 1.0 artinya mobil listrik ini merupakan karya anak ITS versi pertama.

Dikutip dari situs resmi ITS, hampir seluruh komponen utama mobil merupakan karya mahasiswa ITS, mulai dari sistem penggerak, platform, body design, hingga sistem kontrol. Hanya saja baterai dan motor penggerak memang terpaksa harus dibeli dari luar negeri karena penelitiannya masih belum selesai.

“Nantinya seluruh komponen mobil ini murni dari ITS,” jelas Muhammad Nur Yuniarto selaku dosen pembimbing proyek EC-ITS 1.0.

Mobil ini sendiri baru dapat menampung daya listrik sebesar 5 kilowatt per jam (kwh) saja, dengan kecepatan maksimum hingga 40 km/jam. Nur mengatakan mobil ini akan terus disempurnakan hingga nantinya mampu mencapai kecepatan 80 km/jam. (DEW)

Ini Alasan Facebook Blokir Layanan Video Sharing Milik Twitter Tweet oleh Bayu Galih

Ini Alasan Facebook Blokir Layanan Video Sharing Milik Twitter

Liputan6.com, Jakarta : Jejaring sosial Twitter baru saja meluncurkan layanan video sharing Vine. Layanan berbasis sosial ini hadir dalam bentuk aplikasi, dan memungkinkan penggunanya berbagi video ke teman yang ada di akun Vine.

Tapi pengguna Vine tidak bisa mencari teman mereka di Facebook untuk diajak atau di-add sebagai teman di Vine. Facebook memblokir pencarian ini, padahal sebelumnya Vine menawarkan penggunanya bisa mencari dan mengajak teman Facebook mereka untuk bergabung di Vine.

Facebook kemudian menjawab alasan memblokir Vine. Meski tidak menyebut Vine secara langsung, Direktur Facebook untuk platform, kerjasama, dan operasi, Justin Osofsky, menjelaskan kebijakan Facebook terkait pemblokiran suatu aplikasi, via blog Developer di situs Facebook.

“Untuk beberapa aplikasi yang menggunakan Facebook untuk menggandakan fungsi kami atau mencari pertumbuhan dengan cara yang menghasilkan nilai yang sedikit bagi pengguna Facebook, seperti tidak menyediakan pengguna suatu cara mudah untuk share ke Facebook, kami memiliki kebijakan menentangnya, yang akan kami klarifikasi hari ini (lihat I.10),” tulis Osofsky, beberapa jam lalu.

Dari kebijakan yang ada di bagian I.10, terlihat bahwa Facebook menyediakan Graph API dan API lain yang bisa digunakan pengembang untuk share. Tapi Vine sepertinya tidak memenuhi kriteria aturan di bawah ini:

“Anda tak bisa menggunakan platform Facebook untuk mempromosikan, atau mengekspor data pengguna ke suatu produk atau layanan yang meniru produk inti atau layanan inti Facebook, tanpa izin kami.”

Dengan kata lain, Vine, juga Twitter sebagai pemilik Vine, dianggap sebagai layanan serupa (baca: pesaing) Facebook. Atau, Vine tak meminta izin ke Facebook untuk menggunakan Graph API dan API milik jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg itu.

Tapi ini bukan ‘perang’ pertama antara Facebook dan Twitter. Twitter pernah melakukan hal yang sama pada bulan Juli tahun lalu. Ketika itu jejaring sosial yang didirikan Jack Dorsey ini memblokir layanan Instagram milik Facebook.

Pada bulan Desember kemarin, Instagram pun membalasnya, sehingga pengguna Twitter tak bisa langsung melihat foto yang di-share di Twitter. Jika ingin melihat foto Instagram, pengguna harus buka tautan di tweet itu.

Tapi sebagai pengguna, apalagi jika menggunakan keduanya, tentu kita ingin ‘perang’ ini segera berakhir. Sebab, aksi saling blokir ini tentu merugikan pengguna. Bukankah begitu, Mark Zuckerberg dan Jack Dorsey?

Samsung Targetkan Penjualan Gila-Gilaan Galaxy S IV? oleh Bayu Galih

Samsung Targetkan Penjualan Gila-Gilaan Galaxy S IV?

Liputan6.com, Jakarta : Samsung memang menjadi penguasa di pasar smartphone. Penjualan smartphone dengan lini produk Galaxy pun menyebabkan laba perusahaan Korea Selatan itu melonjak hingga 76 persen.

Pada awal bulan ini misalnya, Samsung mengumumkan bahwa mereka berhasil menjual lebih dari 100 juta smartphone seri Galaxy sejak diluncurkan pada bulan Mei 2010.

Ini sepertinya menjadi alasan Samsung memiliki target gila-gilaan dalam penjualan Samsung Galaxy S IV. Smartphone yang segera diluncurkan ini tampaknya menjadi andalan Samsung untuk meraup pendapatan besar.

Dilansir dari TechRadar yang mengutip situs berbahasa Korea, Money Today, Sabtu (26/1/2013), Samsung dikabarkan sudah memesan 10 juta komponen untuk Galaxy S IV tiap bulannya. Ini tentu menjadi indikasi bahwa Samsung menargetkan menjual 10 juta unit Galaxy S IV per bulan.

Tapi tidak dijelaskan hingga kapan Samsung memesan komponen untuk 10 juta unit Galaxy S IV per bulan. Perangkat Android pelanjut Galaxy S III ini sendiri diprediksi akan diperkenalkan Maret dan dipasarkan mulai April.

Masuk Akal?

Tapi apakah target yang dicanangkan Samsung masuk akal? Sebagai perbandingan, Galaxy S III saja baru bisa mencapai penjualan 10 juta unit dalam waktu 50 hari. Sedangkan Galaxy S II butuh waktu 5 bulan untuk bisa terjual sebanyak 10 juta unit.

Target ini tentu tergantung spesifikasi dan harga yang ditawarkan. Saat ini Galaxy S IV diprediksi muncul dalam layar 4,99 inci dengan resolusi Full HD yang memiliki kepadatan piksel 440 pixel per inch. Perangkat ini juga akan dibenamkan prosesor tercanggih, Exynos Octa 5 8-core 1,8 GHz, yang tentu saja menawarkan performa supercepat.

Ponsel ini juga disebut akan memiliki kamera 10 MP dan didukung teknologi wireless charging. Sayang belum diketahui kisaran harga yang akan dibanderol Samsung.

Dengan target penjualan 10 juta unit Galaxy S IV tiap bulan, sepertinya Samsung memang berambisi mencapai target penjualan 500 juta smartphone di 2013. (GAL)

HTC Rilis Desire U, Smartphone Android Murah Tweet oleh Bayu Galih

HTC Rilis Desire U, Smartphone Android Murah

Liputan6.com, Jakarta : Produsen smartphone asal Taiwan, HTC, merilis produk terbaru, HTC Desire U. Ini merupakan smartphone yang ditujukan untuk pasar low-end berharga murah.

Dilansir dari laman TechRadar, Jumat (25/1/2013), HTC Desire U hanya akan dipasarkan di Cina dan Taiwan. Meski mengincar segmen menengah ke bawah, tapi spesifikasi HTC Desire U cukup lumayan. Sayangnya tidak diketahui berapa harga resmi yang akan dibanderol HTC.

Perangkat ini akan hadir dalam layar 4 inci dengan resolusi 800x480p. Untuk menunjang performa, Desire U dibenamkan prosesor single core 1 GHz dan RAM 512 MB. Untuk sistem operasi, HTC menggunakan Ice Cream Sandwich di Desire U.

HTC juga melengkapi smartphone ini dengan kamera 5 MP. Seperti perangkat HTC lain, Desire U juga akan dilengkapi dengan sistem audio dari Beats Audio.

Ponsel ini akan disertai penyimpanan internal hingga 4 GB. Namun, kapasitas bisa ditambah dengan menggunakan kartu microSD. Ponsel ini mendukung jaringan 3G dan disertai konektivitas Wifi dan Bluetooth.

HTC sudah menjadwalkan perangkat ini segera hadir di Cina dan Taiwan. Tapi belum diketahui tanggal pasti peluncuran produk ini. Ada kemungkinan juga produk ini akan diperkenalkan di ajang Mobile World Congress di Barcelona nanti. (GAL)